Yesus mengutus muridnya, pergi berdua-dua

7 Februari 2013

Renungan harian

Sahabat tercinta, bacaan hari ini bercerita tentang perutusan. Yesus mengutus para murid pergi berdua-dua untuk tidak membawa apa-apa dalam perjalanan mewartakan kabar gembira dan warta pertobatan.

Sahabat yang terkasih, apabila kita ingin bepergian jauh, sudah barang tentu kita mempersiapkannya dengan sebaik-baiknya. Diupayakan agar tidak ada yang ketinggalan. Dari barang-barang yang halus sampai dengan barang-barang yang besar. Mengapa? Karena kita tidak ingin repot dan ingin nyaman dalam bepergian. Saya sendiri, jika ingin pergi ke luar kota, harus berulang-ulang kali mencek tas dan keperluan-keperluan yang diperlukan nantinya. Dan diusahakan tidak ada yang tertinggal. Begitulah kita selalu berjaga-jaga dan tidak mau menjadi tidak nyaman dalam berbagai aktivitas saat bepergian.

Semua persiapan dan perlengkapan yang kita bawa dan persiapkan hanyalah semata-mata untuk memudahkan cara kerja kita, dalam segala kegiatan. Kita tidak ingin hanya gara-gara kelalaian, dan kecerobohan kegiatan dan rencana kita menjadi hancur bahkan batal. Sikap seperti ini wajar-wajar saja. Dan sah-sah saja. Karena memang kita ingin lebih tampil perfect.

Lalu bagaimana, dengan nasihat Yesus dalam perutusan para murid yang melarang, para murid untuk tidak membawa apa-apa? Sahabat, Yesus tidak ingin para murid dalam mewartakan kabar gembira dan pertobatan dikuasai oleh kecemasan karena apa yang mereka bawa dan miliki dalam perjalanan. Yesus ingin para murid menjadi pewarta yang tanpa meminta imbalan karena jasa-jasa mereka. Yesus menginginkan agar para murid bekerja sungguh dengan segala hati yang tulus dan senantiasa mengandalkan kuasa Allah. Yesus menghindarkan sikap loba dan hawa nafsu yang bertentangan dengan kehendak Bapa yang mengutus-Nya. Yesus ingin para murid dengan sikap riang gembira bersama dengan orang-orang yang mereka jumpai dan tumpangi. Dan terutama ialah senantiasa memberikan berkat dan salam dalam setiap perjumpaan dan perpisahan.

Bagaimana dengan kita masihkah kita kuatir dengan segala harta benda kita? Yesus mengutus kita untuk pergi menjadi pewarta pertobatan dan persaudaraan dalam damai sejahtera. Karena itu, mari kita mulai sekali lagi belajar dari para murid untuk tidak terlalu menuntut dalam segala pelayanan kita, karena Allah di surga telah melihat dan memperhitungkannya bagi kita? Semoga

Salam

Sdr. Aloysius

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>